Mengapa Harus Membaca?

Sejak kecil saya dibesarkan dengan bacaan. Majalah, koran, dan buku- buku. Buku cerita yang mungkin pertama kali orang tua beli adalah Beauty and The Beast. Sebuah buku mewarnai dengan dongeng klasik. Sembari corat- coret dengan warna, saya belajar membaca. Belajar menikmati sebuah kisah. Tanpa saya sadari, saya telah membuat persepsi bahwa ‘membaca itu menyenangkan’.
Berkenalan dengan majalah- majalah seperti Ina, Ino, Bobo, Andaka, Si Kuncung, dan sesekali membaca majalah Mama yang tergeletak di ruang keluarga, atau koran langganan dengan favorit kolom khusus anak ‘Percil’ ‘Peer Kecil’, saya kembali berkenalan dengan puisi dan artikel. Meski yang hanya saya tahu itu adalah bacaan. Bacaan. Yang bisa saya baca.
 6d2e3af5b70bdb4fe4faac052aca322c
Membaca adalah jendela dunia.
Pepatah yang tidak asing, bukan?
Tentu. Dan saya tidak bisa bilang tidak untuk tidak menggelengkan kepala. Membaca adalah hal simpel sekaligus krusial dalam mengenal, menjalani, memahami, dan menikmati hidup. Lambat laun, tanpa membaca ini saya mungkin hanya seorang Qiny tanpa pakaian. Membaca seperti berpakaian, melindungi diri dari berbagai macam musim cuaca untuk bertahan hidup.
Semakin banyak yang saya baca, saya merasa semakin bego. Lah, bukannya harusnya semakin pintar?
Salah.
Semakin banyak yang saya baca, saya merasa semakin bego. Semakin banyak yang saya tahu, semakin banyak pula hal yang saya tidak tahu. Semakin banyak saya belajar, semakin banyak pula hal yang harus saya pelajari.
Kok gitu sih?
Mengapa? Ini menyenangkan. Artinya saya tidak boleh berhenti di satu tempat. Saya harus terus bergerak salah satunya dengan membaca. Membaca adalah sebuah hal kecil yang lambat laun menjadi besar.
Saya seorang muslim, dan dalam keyakinan saya ada pedoman hidup yang bernama Al- Quran. Wahyu pertama yang diturunkan Allah melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah, Muhammad SAW adalah ‘Iqra’ yang artinya ‘Bacalah’. ‘Iqra bismirabbikalladzii khalaq’Bacalah dengan nama TuhanMu yang telah menciptakan’ (QS. Al- Alaq: 1–2)
Maka, apa ada alasan lain untuk tidak membaca hari ini?